21 Mei 2010

dikutip dari Ghuffron
karangan Human S Chudori
hal 69-73



…”orang bertetangga memang harus demikian, Pak Tejo. Setiap tetangga memang harus saling hormat-menghormati. Saling menjaga perasaan. Karena sesungguhnya saudara kita yang paling dekat kita ya tetangga. Tentu saja yang saya maksud disini bukan saudara sedarah. Melainkan saudara dalam arti luas. Karena yang namanya saudara bukan yang seketurunan saja. Bisa saja saudara sebangsa, saudara setanah air, dan kalau punya keimanan yang sama ya saudara sesame muslim, misalnya. Tapi, kalau mengaku muslim yang bener lho, Pak,” Ujar Ghuffron, setelah Tejo usai menceritakan laporan anaknya yang disampaikan istrinya.



“Bukankah kita sering diingatkan

innamal mukminuna ikhwatun

, baik yang disampaikan oleh khotib di masjid atau pada acara siraman rohani, entah di televisi atau radio” imbuh Ghuffron



Tejo diam. Entah kenapa ia seperti terhipnotis dengan kalimat yang baru dilontarkan tuan rumah.



…..”Nah umpamanya kalau tiba-tiba kita sakit? Siapa yang akan menolong pertama kali kalau bukan tetangga terdekat masa saya harus menunggu saudara yang dari Bekasi, di Semarang, atau saudara saya di Kutoarjo? Kalau kita mati? Siapa yang akan mengabari mereka kalau bukan tetangga?” Tanya Ghuffron



… Lelaki yang kurang bisa ngomong itu makin tak Berkutik.



“Sebagai orang beragama memang kita harus saling ingat mengingatkan. Apalagi kita bertetangga, kadang-kadang kita bisa melakukan kesalahan tanpa pernah disadari. Ya, misalnya kita menyetel kaset keras-keras yang dapat mengganggu tetangga. Lantaran kita….”



“Oh, kalau itu lain Pak!” Seru Tejo memotong kalimat tuan rumah.



“Lain apanya?” Tanya Ghuffron, “Lha orang pak tejo belum mendengar penjelasan saya, kok tiba-tiba sudah mengatakan lain.”



Mendapat pernyataan ini, Tejo diam.



“Benar yang kita setel kaset kita, disetel dirumah sendiri. Tapi, kalau suaranya terlalu keras kan sangat mengganggu tetangga. Mungkin tetangga tidak suka dengan musik yang kita setel, apalagi jika misalnya tetangga sedang sakit gigi.”



Tejo tetap diam.



“Apa pak Tejo bisa tahu ada tetangga yang sedang sakit gigi atau tidak? Kalau memang bisa tau. Tolong saya bagi ilmunya,” tambah Ghuffron, “ sebab ilmu untuk mengetahui keadaan tetangga yang sakit, pusing, stress, atau sedang mengalami….”





Ada 0 buah komentar untuk Kehidupan Bertetangga

Leave a Reply